Komentar Para Punggawa Belgia Usai Takluk Dari Prancis

Kecewa jelas tergambarkan bagi pemain maupun suporter Belgia. Bagaimana tidak, Belgia yang sejak awal Piala Dunia tampil memuaskan dengan menyapu bersih semua laga dengan kemenangan, harus merasakan kekalahan tipis 1-0 di Semifinal oleh Prancis. Kekalahan itu sekaligus mengubur mimpi “Generasi Emas” Belgia untuk meraih gelar juara dunia.

Performa Belgia sepanjang laga melawan Belgia memang tidak cukup impresif. Gawang Belgia yang dijaga oleh Thibaut Courtois digempur terus-menerus oleh anak asuhan Didier Deschamps. Tercatat Prancis memiliki 19 kesempatan mencetak gol dan 5 tembakan mengarah ke gawang. Tidak hanya di lini belakang, lini depan Belgia juga terkendala dalam melepaskan tembakan. Hanya tiga tembakan ke arah gawang Hugo Lloris dan tidak ada yang berbuah gol. Padahal penguasaan bola Belgia mencapai angka 60%.

Tanggapan beragam banyak diujarkan para punggawa timnas Belgia. Dari pelatih Roberto Martinez, dirinya menyebut Belgia hanya kalah oleh gol keberuntungan yang dicetak melalui sundulan memanfaatkan tendangan pojok. Namun ia juga mengakui bahwa bola mati menjadi sesuatu yang merepotkan.

Pernyataan menarik justru terlontar dari kapten Belgia, Eden Hazard. Dirinya menyebut bahwa ia tidak suka dengan gaya permainan Prancis yang cenderung bertahan. “Saya lebih baik kalah dengan Belgia (namun bermain) seperti ini daripada menang dengan Prancis ini (bertahan).” ucap pemain Chelsea ini kepada Het Nieuwsblad. Meski begitu, Hazard tetap memuji pertahanan Prancis dan menyebut bahwa ia dan rekan-rekannya tidak menemukan titik lemah dari pertahanan Prancis. “Sebagai kapten Belgia, saya senang menjadi bagian dari kesuksesan tim ini,” tutupnya.

Senada dengan Hazard, kiper Thibaut Courtois juga mengucapkan hal yang sama. Courtois membandingkan penampilan Brasil yang ia singkirkan di babak Perempat-final dengan Prancis. Menurutnya ia lebih baik kalah saat melawan Brasil ketimbang melawan Prancis. “ karena setidaknya mereka (Brasil) adalah tim yang ingin bermain sepak bola. (Tidak untuk) Prancis yang hanyalah tim anti-sepakbola,” seperti dilansir The Guardian.

Belgia masih menyisakan satu pertandingan lagi melawan Inggris dalam perebutan juara ketiga. Setidaknya jika Belgia mampu meraih juara ketiga menjadi ‘obat’ kecewa bagi suporter Belgia yang sebenarnya sudah tampil impresif sejak awal turnamen.