Mulai Terapkan VAR di Piala Dunia 2018, Wasit Mulai Longgarkan Aturan Offside

Piala Dunia 2018 nampaknya akan jadi lahan uji coba penggunaan Video Assistant Referee (VAR) untuk pertama kalinya di Piala Dunia, hal ini dijelaskan langsung oleh Pierluigi Collina, selaku Ketua Komite Wasit FIFA. Bahkan kini wasit tidak akan terburuburu angkat bendera untuk menyatakan offside, dimana disebutkan agar permainan menjadi lebih meriah dan menarik.

Koreksi apakah bola termasuk offside atau tidak akan dilihat dari VAR, ini tentu akan mengecewakan tim yang sudah bersorak merayakan kemenangan, bahkan saat wasit menganulir gol tersebut. Namun hal ini dibantah membuat banyak pihak kecewa, bahkan di klaim bisa menguntungkan selama berjalannya Piala Dunia menjadi lebih menarik.

Di jelaskan lebih lanjut oleh Collina dalam wawancara terbuka mengenai penggunaan VAR di Piala Dunia 2018, dikatakan jika tidak akan ada asisten wasit yang akan mengangkat bendera saat melihat offside, ini belum tentu merupakan kesalahan, jika ada yang melakukan hal tersebut maka tidak mengikuti aturan yang sudah diterapkan sekarang.

Bahkan semua wasit dan asisten wasit diminta untuk menghormati arahan dan aturan
baru, agar tidak terburu-buru dalam mengangkat bendera yang menandakan gol tidak
sah (offside). Namun ini tidak berlaku dalam kondisi khusus, misalkan ada insiden
dalam offside tersebut sehingga harus mengangkat bendera untuk meredakan kondisi
di lapangan.

Hal ini juga berlaku jika ada serangan yang mematikan dan termasuk brutal, misalkan serangan balik yang cukup menjanjikan. Sudah jelas kendali akan ada di tangan wasit, hal ini sudah tidak bisa lagi mengandalkan bantuan VAR.

Bahkan dijelaskan Collina jika asisten wasit sudah mengangkat bendera, maka permainan akan berhenti. Ini aturan terbaru, namun jika tidak ada bendera yang terangkat, permainan masih terus berjalan dan kemungkinan bisa terjadi gol. Meskipun ada kemungkian juga offside, namun ini lebih menyenangkan. Koreksi semuanya akan menggunakan VAR, sehingga tingkat akurasi sudah tidak perlu diragukan lagi, bahkan bisa mengungkapkan semua tindakan kecurangan di lapangan yang tidak akan ada habisnya.

Sudah jelas, penggunaan VAR untuk meringankan kinerja wasit, bahkan menghindari pemain yang ingin menang sendiri. Bahkan beberapa waktu lalu muncul kasus perseteruan pemain dan wasit, bahkan berujung kriminal karena ada serangan dari sosial media. Hal ini bahkan membuat FIFA dan UEFA harus turun tangan dan memberikan hukuman secara langsung.

Diharapkan dengan penggunaan VAR, semua pemain di lapangan bisa bermain bersih dan tidak melakukan pelanggaran yang disengaja. Sudah jelas, wasit juga tidak bisa memberikan keputusan yang merugikan salah satu tim, meskipun menuai banyak kontroversi namun Collina menegaskan, jika VAR sudah siap digunakan di Piala Dunia 2018.

Bahkan Collina yakin dengan adanya VAR bisa mendapatkan solusi terbaik, jika timbul masalah di lapangan. Pasalnya akan terlihat mana pembuat onar dan korbannya, biasanya kedua pihak akan mengaduh kesakitan agar bisa menjatuhkan tim lainnya.